Sunday, August 12, 2012

Keutama'an Shalat Berjama'ah

Pada postingan kali ini saya akan posting tentang Keutama'an Shalat Berjama'ah shalat berjamaah itu shalat yang di lakukan secara bersama - sama dalam satu mesjid atau mushola
 Salat berjamaah merujuk pada aktivitas salat yang dilakukan secara bersama-sama. Salat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lainnya menjadi makmum. 

Rasulullah SAW Bersabda :
" Shalat berjama'ah itu melebihi shalat sendirian, dengan dua puluh tujuh derajat. "

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah kehilangan beberapa orang jamaah dalam sebagian shalat, lalu beliau bersabda :

" Sungguh, aku sangat ingin memerintahkan seorang untuk menjadi iman shalat, kemudian aku mendatangi para lelaki yang tidak ikut berjama'ah, lalu aku bakar rumah - rumah mereka. "

Dalam riwayat lain di sebutkan :
" Kemudian aku mendatangi para lelaki yang sering meningglakan jama'ah lalu aku menyuruh agar rumah - rumah mereka di bakar dengan seikat kayu. Seandainya salah seorang diantara mereka mengetahui akan mendapatkan sekerat tulang berlemak atau duka kaki kambing, niscaya ia akan datang menghadiri shalat jama'ah Isya. "

Utsman ra, meriwayatkan secara marfu' (menyandarkannya Kepada Nabi saw.): " Barang siapa menghadiri Shalat jama'ah Isya, maka seolah-olah ia mengerjakan shalat separuh malam. Dan barang siapa menghadiri shalat jama'ah Shubuh, maka seakan-akan ia melakukan shalat semalam suntuk. "

Rasulullah SAW. Bersabda :
" Barang siapa mengerjakan shalat sekali dalam jama'ah, berarti ia telah memenuhi dirinya dengan ibadah. "

Sa 'ied bin Al Musayyab berkata : " Tidak sekalipun muadzin mengumandangkan adzan selama dua puluh tahun, kecuali, aku pasti berada di dalam mesjid."
      Muhammad bin Wasi' Berkata: " Tidak ada yang kuinginkan dari dunia,kecuali tiga hal :

  1. Seorang saudara yang jika aku menyeleweng, ia meluruskanku,
  2. Sekedar rizki yang datang dengan gampang, tanpa tuntunan,
Shalat berjama'ah, yang kekurangannya di hilangkan dariku dan keutama'annya di catat untukku. "
       
       Diriwayatkan bahwa abu Ubaidah bin Al jarrah pernah sekali mengimami suatu kaum. Setelah selesai, beliau berkata: Tidak henti - hentinya setan menggodakutadi, sampai-sampai aku beranggapan bahwa aku lebih utama ketimbang orang-orang lain.Aku tidak lagi mau menjadi imam selamanya. "
      
      Al Hasan Berkata: " Janganlah kalian melakukan shalat di belakang seseorang yang jarang mengunjungi Ulama. "
      An Nak ha'iy berkata: " Perumpamaan orang yang menjadi imam orang banyak tanpa ilmu itu bagaikan orang yang menakar air laut bertambah atau berkurang. "
      Hatim Al Asham berkata: " Aku pernah ketingglan shalat berjama'ah, yang datang takjiah (Belasungkawa) kepadaku hanyalah Abu Ishaq Al Bukhari seorang. Seandainya anakku meninggal dunia, pasti yang datang takjiah kepadaku lebih dari sepuluh ribu orang. Karena, menurut kebanyakan orang musibah agama itu lebih ringan ketimbang musibaah dunia. "
      Ibnu Abbas ra. Berkata : " Barang siapa mendengar adzan, tetapi ia tidak mau memenuhi (tidak datang kemesjid untuk shalat berjama'ah), maka ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak di kehendaki oleh kebaikan. "
      Abu hurairah ra. berkata : " Sungguh, andaikata telinga manusia penuh dengan timah panas, itu masih lebih baik ketimbang ia mendengar adzan, kemudian tidak mau memenuhinya. "
      Diriwayatkan bahwa Maimun bin Mahran datang kemesjid, lalu ia di beritahu: "Orang-orang telah bubar."
Mendengar itu beliau mengucap: "Innalillahi wa innaa ilaihi raji'un. Sungguh, keutamaan shalat ini lebih aku sukai dari pada menguasai Iraq. "

      Rasulullah saw Bersabda:

" Barang siapa mengerjakan shalat-shalatnya selama empat pluh hari dalam jama'ah, ia sama sekali tidak pernah ketinggalan takbiratul-ihram shalat-shalat itu, maka Allah akan mencatat baginya dua kebebasan: bebas dari kemunafikan dan bebas dari Neraka. "

      Dikatakan bahwa apabila hari kiamat telah datang, maka di bangkitkan sekelompok orang yang wajah-wajah mereka bagaikan bintang kejora. Malaikat bertanya kepada Mereka: "Apakah amal-amal kalian dulu?"
Mereka menjawab:"Dulu apakah kami mendengar adzan, maka kami bangkit untuk bersuci,kami tidak di sibukkan oleh selainnya. "
Lalu digiring sekelompok lain yang wajah-wajah mereka bagaikan bulan. Mereka berkata sesudah ditanya: "Dulu kami selalu berwudhu sebelum masuk waktu shalat."
Kemudian digiring pula sekelompok orang yang wajah-wajah mereka laksana matahari. Mereka berkata: " kami dulu selalu mendengar adzan didalam mesjid. "
      Diriwayatkan bahwa orang-orang salaf (dahulu) biasa bertakziah kepada diri mereka sendiri selama tiga hari, manakala mereka ketingglan takbi pertama dan bertakziah tujuh hari, apabila ketinggalan shalat jama'ah.

Semoga article saya ini bermanfaat .. amin :)

0 comments:

Post a Comment