Saturday, May 8, 2021

Cara Transfer Tiktok Lite ke OVO DANA dan Transer Bank Pasti berhasil

https://kafkafebriansyahpramesta.blogspot.com/2021/05/cara-transfer-tiktok-lite-ke-ovo-dana.html


Banyak keluhan bagi pengguna tiktok terutama pengguna tiktok lite yang merasa ditipu oleh aplikasi tersebut karna saldo yang di tarik tidak kunjung masuk ke DANA , OVO atau Tranfser bank. Akhir - akhir ini Tiktok Lite jadi sangat Viral karna menjadi penghasil uang bagi penggunanya. Tapi tidak semua pengguna tiktok yah , hanya Tiktok Lite yang baru saja bergabung.
Langsung ke pembahasan , kenapa pada saat menarik saldo di aplikasi tiktok litenya sudah berhasil namun pada saat mengecek di aplikasi tujuan Dana , ovo maupun tansfer bank tidak ada. Ini sangat membuat marah bagi pengguna tiktok lite dikarenakan saldo nya belum masuk.

Saya sebagai pengguna baru di pertiktokan merasa kecewa juga, karna untuk menyebar undangan agar akun kita banyak yang mengikuti itu butuh perjuangan dan sangat melelahkan, belum juga permintaan mereka ingin di berikan pulsa 50,000 / orangnya agar akun kita cepat tercapai. 

Pada saat semua itu tercapai , terjadi masalah lagi tidak bisanya menarik saldo dikarenakan satu akun tiktok lite hanya bisa menarik sekali dalam 1x24 jam. Ini sangat melelahkan juga. Apalagi jika uang itu ingin cepat digunakan untuk keperluan kita. Setelah bisa tarik saldo ada peroblem lagi , pada saat udah berhasil transfer ke salah satu aplikasi ovo dana atau transfer bank, tidak masuk. 

Di muat dari pengalaman saya , Saldo tiktok yang kita tarik pasti masuk , hanya saja membutuhkan waktu untuk masuk. Karena banyaknya pengguna yang ingin menarik saldo juga, menurut saya kemungkinan begitu. Untuk transfer ke aplikasi Dana dan Ovo membutuhkan waktu 1 sampai 3 hari, untuk transfer bank 5 sampai dengan 7 hari. 

Untuk itu bagi pengguna Tiktok Lite yang sedang menunggu transfer dari aplikasi tiktok lite, mohon menunggu yah.
Itu saja pengalaman saya pada saat menarik saldo dari tiktok lite.

Terima kasih Salam blogger.

Sunday, August 12, 2012

Keutamaan Shalat Tahajud | Beberapa Pertanyaan Shalat Tahajud |


Apakah dalil yang berkenaan dengan shalat tahajjud?
Jawaban:
"Dan pada sebagian malam hari shalat Tahajjud-lah kamu...." [Al-Israa’: 79]
"Shalat yang paling utama setelah shalat yang fardhu adalah shalat di waktu tengah malam.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Muslim (no. 1163 (203)), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]

Apakah keutamaan serta keistimewaan shalat tahajjud?
Jawaban:
Shalat Tahajjud memiliki sekian banyak keutamaan dan keistimewaan sehingga seorang penuntut ilmu sangat ditekankan untuk mengerjakannya. Di antara keistimewaannya adalah.
  1. Shalat Tahajjud adalah sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu.
    Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Sebaik-baik puasa setelah (puasa) Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Muharram, dan sebaik-baik shalat setelah shalat yang fardhu adalah shalat malam.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Muslim (no. 1163 (203)), dari Shahabat Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu]
  2. Shalat Tahajjud merupakan kemuliaan bagi seorang Mukmin.
  3. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Malaikat Jibril mendatangiku, lalu berkata, ‘Wahai Muhammad, hiduplah sekehendakmu karena kamu akan mati, cintailah seseorang sekehendakmu karena kamu akan berpisah dengannya, dan beramallah sekehendakmu karena kamu akan diberi balasan, dan ketahuilah bahwa kemuliaan seorang Mukmin itu ada pada shalat malamnya dan tidak merasa butuh terhadap manusia.” [Hadits hasan: Diriwayatkan oleh al-Hakim (IV/325), dishahihkannya dan disepakati adz-Dzahabi, sanadnya dihasankan oleh al-Mundziri dalam at-Targhiib wat Tarhiib (I/640).]
  4. Kebiasaan orang yang shalih.
  5. Pendekatan diri kepada Allah Ta’ala.
  6. Menjauhkan dosa.
  7. Penghapus kesalahan.
    Keempat keutamaan ini (poin 3-6) terangkum dalam sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
    "Hendaklah kalian melakukan shalat malam karena ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, ia sebagai amal taqarrub bagi kalian kepada Allah, menjauhkan dosa, dan penghapus kesalahan.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam at-Tirmidzi (no. 3549), al-Hakim (I/308), dan al-Baihaqi (II/502)]
  8. Shalat malam adalah wasiat yang pertama kali Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam sampaikan kepada penduduk Madinah ketika beliau memasukinya. Beliau shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda.
    "Wahai manusia! Sebarkanlah salam, berilah makan, sambunglah silaturahmi, dan shalatlah di malam hari ketika orang lain sedang tidur, niscaya kalian akan masuk Surga dengan selamat.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/451), at-Tirmidzi (no. 2485), Ibnu Majah (no. 1334, 3251)]
  9. Shalat malam sebagai sebab diangkatnya derajat seseorang. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ketika ditanya tentang tingkatan dalam derajat.
    "Memberi makan, ucapan yang santun, dan shalat di malam hari ketika orang lain tidur.” [Hadits shahih: Diriwayatkan oleh Imam Ahmad (V/243), at-Tirmidzi (no. 3235), dan al-Hakim (I/521)]
  10. Dapat menguatkan hafalan Al-Qur-an, membantu bangun untuk shalat Shubuh, mencontoh generasi terdahulu, dan lainnya.
Berapakah rakaat Shalat Tahajud ?

Jawaban:

Salat nafilah al-layl (tahajjud) adalah 11 rakaat, yang terdiri dari:
  • 8 rakaat yang disebut dengan shalat al-layl. Delapan rakaat ini dilakukan dengan cara: setiap dua rakaat diakhiri satu kali salam. Sehingga ada 4 kali salam untuk 8 rakaat. Setiap usai dua rakaat dan salam, disunnahkan (mustahabb) membaca Tasbih al-Zahra (yakni 33 x subhanallah, 33 x alhamdulillah, dan 34 x allahu akbar), dan sujud syukur.
  • Setelah 8 rakaat, kemudian salat dua 2 rakaat yang disebut dengan shalat al-syaf`i (salat genap). Disebut genap karena berjumlah dua rakaat. Diberi jeda waktu antara shalat al-layl yang 8 rakaat dan shalat al-syaf`i yang berjumlah 2 rakaat.
  • Usai shalat al-syaf`i (mudahnya disebut salat syafa`) lalu diakhiri dengan salat witir, yakni 1 rakaat. Disebut witir (ganjil) karena berjumlah ganjil, yakni 1 (satu). Dua rakaat sebelum witir bukan termasuk witir, karena berjumlah dua rakaat. Dua rakaat sebelum witir disebut salat genap, atau shalat al-syaf`i.
Ketika kita akan melakukan shalat tahajud, tapi tidak melakukan tidur sejenak itu hukumnya gimana?.

Jawaban :

Menurut makna "tahajud" yang berarti salat malam setelah bangun dari tidur, memang seakan-akan salat tahajud itu menyaratkan tidur lebih dulu. Kalau belum tidur maka salat itu tidak disebut salat tahajud, namun disebut shalat "qiyamullail" (shalat malam).

Mengapa tahajud itu sangat dianjurkan?

Jawaban:

Pada dasarnya ia dangat dianjurkan karena tengah malam adalah saat mustajabah untuk memanjatkan doa. Tengah malah adalah saat yang tenang, kebanyakan orang pada pulas tidur, namun para malaikat turun ke bumi untuk mendengarkan keluhan dan jeritan hati manusia untuk disampaikan kepada Allah. Kita tidak akan melakukan salat malam tanpa kesungguhan/komitmen yang ekstra.

Nah, di sini bisa kita simpulkan bahwa hukum yang berlaku adalah "hukum kebanyakan": karena kebanyakan orang terlelap tidur di tengah malam, maka jika ada seseorang mau melakukan salat sunah di tengah malam itu berarti melakukan sesuatu yang berat, sesuatu yang luar biasa, butuh kesungguhan.

Apakah orang-orang yang tidak tidur pada malam hari karena satu dan lain hal, dia tidak disunahkan melakukan salat tahajud (salat malam)? dan Apakah salat yang dilakukannya pada tengah malam atau fajar tanpa ia tidur terlebih dulu nilainya tidak sebaik orang yang tidur sebelumnya?

Jawaban:

Allah Maha Bijaksana. Orang yang kebetulan karena tugas pada malam hari, atau karena lain hal hingga ia sulit tidur malam, tetap disunahkan melakukan salat malam. Kalaupun secara bahasa salatnya orang seperti ini tidak disebut salat tahajud (yang berarti salat malam setelah tidur), salatnya tetap disebut salat malam, karena dilakukan pada malam hari. Dan fadhilahnya (keutamaannya) tak lebih rendah dari salat malam yang dilakukan setelah tidur. Karena yang menentukan besar kecilnya fadhilah sebuah ibadah adalah kekhusyukan dan ketulusan.

Keutama'an Shalat Lima Waktu / Shalat Fardhu


Met pagi sobat .. di pagi ini saya akan memposting tentang Keutama'an Shalat Lima Waktu / Shalat Fardhu. Shalat lima waktu itu sangat penting bagi kita semua .
Shalat adalah perintah dari allah dan wajib kita lakukan ... shalat wajib ada lima waktu yaitu .. :
-Zuhur 
-Ashar
-Maghrib
-Isya
-Subuh
 Allah ta'alaa berfirman : 

" Sungguh, shalat adalah kewajiban yang di tentukan waktunya atas orang - orang yang beriman. "
Selain firman Allah di atas .. Ada juga sabda rasulullah ..

Rasulullah SAW Bersabda :

" Ada lima shalat yang telah di wajibkan oleh Allah kepada para hamba.Barang siapa mengerjakan kelimanya dan tidak menyia-nyiakannya sedikitpun daripadanya karena menganggap remeh, maka ia berhak mendapatkan janji dari Allah bahwa Allah akan memasukannya ke dalam surga. Dan barang siapa tidak mengerjakannya, dia akan menyiksanya dan kalau Allah menghendaki lain, maka dia memasukannya ke dalam surga. "

Rasulullah SAW Bersabda :

" Perumpama'an shalat lima waktu itu bagaikan sebatang sungai yang tawar airnya yang berada di depan pintu salah seorang di antara kalian, di mana ia mandi setiap hari lima kali.
Apakah menurut pendapat kalian masih akan ada kotoran pada tubuhnya?"

Para sahabat menjawab: "Tidak sedikitpun!"

Rasulullah SAW Bersabda :

" Demikianlah, shalat lima waktu akan menghilangkan dosa-dosa, sebagiamana air menghilangkan kotoran. "

Rasulullah SAW Bersabda :

" Sesungguhnya shalat-shalat itu merupakan penghapus dosa-dosa yang diperbuat di antara shalat-shalat tersebut, selama dosa-dosa besar di jauhi. "

Rasulullah SAW Bersabda :

" pembeda antara kita dengan orang-orang munafik adalah menghadiri jama'ah shalat isya dan shubuh. Mereka tidak sanggup melakukannya. "

Rasulullah SAW Bersabda :

" Barang siapa menghadap Allah, sedangkan ia menyia-nyiakan shalat,maka Allah tidak memperdulikan sedikitpun kebaikan kebaikannya. "

Rasulullah SAW Bersabda :

" Shalat adalah tiang agama. Barang siapa meninggalkannya, berarti ia merobohkan agama. "

Pernah rasulullah SAW. ditanya : " Aamal manakah yang paling utama? "
Beliau menjawab: " Shalat pada waktunya. "

Rasulullah SAW Bersabda:

" Barang siapa menajaga shalat lima waktu dengan menyempurnakan wudlunya dan waktu - waktunya, maka shalat-shalat itu akan menjadi nur dan bukti iman baginya nanti pada hari kiamat. Dan barang siapa menyia-nyiakan shalat - shalat itu, maka ia akan dikumpulkan bersama - sama Fir'aun dan Haman. "

Rasulullah SAW Bersabda:

" Kunci surga adalah shalat. "

Rasulullah SAW Bersabda:

" Tidaklah Allah mewajibkan kepada makhlukNya sesudah tauhid.. Yang lebih dia sukai daripada shalat. Seandainya ada sesuatu yang lebih Dia sukai daripada shalat , niscaya Dia memerintahkan para malaikatNya beribadah dengan itu. Ternyata di antara para malaikat itu ada yang ruku' terus menerus, ada yang sujud, ada yang berdiri dan ada yang duduk. "

Rasulullah SAW Bersabda:

" Barang siapa meningglakan shalat dengan sengaja, berarti ia telah kafir. "
Artinya: Ia hampir terlepas dari iman, lantaran terurai ikatannya dan runtuh tiang penyangganya. Seperti halnya orang yang sudah dekat dengan suatu kota, dikatakan bahwa ia telah sampai kota itu dan telah memasukinya.

Rasulullah SAW Bersabda:

" Barang siapa meninggalkan shalat dengan sengaja, berarti ia terlepas dari tanggungan Muhammad 'alaihissalam. "

Abu Hurairah ra. Berkata: " Barang siapa berwudhu, ia menyempurnakan wudhunya  , kemudian keluar sengaja untuk shalat, maka ia di anggap berada dalam keadaan shalat, selama ia masig berniat untuk shalat. Setiap ayunan langkahnya dicatat sebagai kebaikan baginya dan dengan ayunan langkah yang lain di hapus satu kesalahan dari nya. Karena itu, apabila salah seorang diantara kalian mendengar iqamat, maka tidak seyoyanya menunda-nunda waktu . Sesungguhnya yang paling besar pahalnya diantara kalian adalah yang paling jauh rumahnya. "
Orang - orang bertanya: " Kenapa begitu, wahai Abu Hurairah? " Abu Hurairah menjawab: " Karena banyak ayunan langkahnya. "
           Diriwayatkan bahwa pertama kali di periksa dari amal hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika didapati shalat itu sempurna, maka di terimalah shalat itu dari hamba tersebut, begitu pula amal-amal yang lain, Tetapi kalau shalat itu di temukan kurang, maka shalat itu di kembalikan kepadanya beserta amalnya yang lain (shalat dan amal yang lain di tolak).

Rasulullah SAW Bersabda:

" Hai Abu Hurairah! Perintahkanlah keluargamu untuk mengerjakan shalat, maka sungguh allah akan memberikan rizki kepadamu tanpa engkau sangka-sangka. "

         Sementara Ulama berkata: " Perumpamaan orang yang shalat itu seperti pedagang yang tidak bakal memperoleh laba sebelum menyediakan modal. Demikian juga orang yang shalat, tidak akan diterima shalat sunatnya sebelum ia menunaikan shalat fardu. "
         Sering Abu Bakar ra. Berkata ketika waktu shalat telah tiba: " Bangkitlah untuk memadamkan api yang telah kalian nyalakan!"

Semoga Artikel saya ini bermanfaat bagi anda Semua :)

Keutama'an Adzan Di Mesjid


Keutamaan Adzan Di Mesjid -

Azan (Arab: أذان) merupakan panggilan bagi umat Islam untuk memberitahu masuknya salat fardu..

Rassulullah SAW. Bersabda :

" Ada tiga golongan manusia yang nanti pada hari kiamat berada di atas tumpukan misik ( minyak Kesturi ) hitam. Hisab tidak akan menggetarkan mereka dan kesusahan tidak bakal mengenai mereka, sampai Allah selesai meneliti apa yang ada di antara manusia. Mereka itu (1.Orang yang membaca Alqur'an demi mencari keridhaan Allah Azza wajala dan menjadi imam orang banyak, sedangkan mereka senang kepadanya; (2. Orang yang melakukan adzan di mesjid dan berdo'a kepada allah demi mencari keridhaan allah (3. Orang yang mendapat cobaan dengan rizki. Tetapi hal itu tidak membuatnya lupa dari amal akhirat. "

Rasullullah SAW. Bersabda :

"Tiada satu jin atau manusia atau apapun juga yang mendengar seruan muadzin. kecuali ia akan menjadi saksi bsgi muadzin itu pada hari kiamat. "

Rasulullah SAW. Bersabda :

"Rahmat allah senantiasa berada di atas kepala muadzin, sampai ia selesai dari adzannya. "Mengenai tafsir firman Allah Ta'ala :

" Siapakah yang lebih baik perkataanya dari pada orang yang menyeru kepada Allah dan beramal shaleh.. ) ada Ulama yang mengatakan : Bahwa ayat tersebut turun dalam hubungannya dengan para muadzin ( Orang yang adzan ). "

Rasulullah SAW. Bersabda :

" Apabila kalian mendengar adzan , maka ucapkanlah seperti apa yang di ucapkan oleh muadzin. "

Menirukan ucapan muadzin itu di sunatkan , kecuali pada ucapan hayya ' alash shalah ' " hayya alal falah".

Pada kedua ucapan ini, pendengar hendakalah mengucapakan : " laahaulawalaaquwwata illaa billaah. "

Pada ucapan "qad qaamatish shalah' , pendengar mengucapkan: ( Semoga allah menegakan dan melanggengkan shalat, selama langiat  bumi masih ada ).

Sedangkan pada ucapan " ash Shalatu khairun minan naum", pendengar mengucap: SHADAQTA WA BARARTA  WA NASHAHTA ( Engkau benar, engkau berbuat baik dan engkau tulus ).

Dan sesudah Adzan , hendakalah mengucap :

" Allahumma rabba haadzihidda'watittammah, 

wasshalatilqaaimah,
aatimuhammadanilwasiilatawalfadiilah,
waddarojatarrofi'ah,
wabatshulmaqaamalmahmudalladzii waattah,
innakalaa tukhlifulmiiaad "

Artinya :

" Ya Allah, Tuhan yang menguasai ajakan yang sempurna dan shalat yang akan di laksanakan ini ! Berkenanlah engkau memberikan kepada Muhammad wasilah, keutamaan serta derajat yang luhur dan tempatkanlah beliau di tempat yang telaqh engkau janjikan kepada beliau. Sungguh, Engkau tidak pernah menyalahi janji. "Sa 'ied bin Al Musayyab berkata : " Barang siapa melakukan shalat di tempat sunyi , maka para malaikat ikut melakukan shalat di kanan kirinya. Jika ia adzan dan qamat (sebelum melakukan shalat), maka di belakangnya para malaikat yang bagaikan gunung - gunung (saking banyaknya) ikut melakukan shalat. "

Semoga artikel saya ini bermanfaat bagi sobat semua amiin :)

Keutama'an Shalat Berjama'ah

Pada postingan kali ini saya akan posting tentang Keutama'an Shalat Berjama'ah shalat berjamaah itu shalat yang di lakukan secara bersama - sama dalam satu mesjid atau mushola
 Salat berjamaah merujuk pada aktivitas salat yang dilakukan secara bersama-sama. Salat ini dilakukan oleh minimal dua orang dengan salah seorang menjadi imam (pemimpin) dan yang lainnya menjadi makmum. 

Rasulullah SAW Bersabda :
" Shalat berjama'ah itu melebihi shalat sendirian, dengan dua puluh tujuh derajat. "

Abu Hurairah ra. meriwayatkan bahwa Rasulullah SAW. Pernah kehilangan beberapa orang jamaah dalam sebagian shalat, lalu beliau bersabda :

" Sungguh, aku sangat ingin memerintahkan seorang untuk menjadi iman shalat, kemudian aku mendatangi para lelaki yang tidak ikut berjama'ah, lalu aku bakar rumah - rumah mereka. "

Dalam riwayat lain di sebutkan :
" Kemudian aku mendatangi para lelaki yang sering meningglakan jama'ah lalu aku menyuruh agar rumah - rumah mereka di bakar dengan seikat kayu. Seandainya salah seorang diantara mereka mengetahui akan mendapatkan sekerat tulang berlemak atau duka kaki kambing, niscaya ia akan datang menghadiri shalat jama'ah Isya. "

Utsman ra, meriwayatkan secara marfu' (menyandarkannya Kepada Nabi saw.): " Barang siapa menghadiri Shalat jama'ah Isya, maka seolah-olah ia mengerjakan shalat separuh malam. Dan barang siapa menghadiri shalat jama'ah Shubuh, maka seakan-akan ia melakukan shalat semalam suntuk. "

Rasulullah SAW. Bersabda :
" Barang siapa mengerjakan shalat sekali dalam jama'ah, berarti ia telah memenuhi dirinya dengan ibadah. "

Sa 'ied bin Al Musayyab berkata : " Tidak sekalipun muadzin mengumandangkan adzan selama dua puluh tahun, kecuali, aku pasti berada di dalam mesjid."
      Muhammad bin Wasi' Berkata: " Tidak ada yang kuinginkan dari dunia,kecuali tiga hal :

  1. Seorang saudara yang jika aku menyeleweng, ia meluruskanku,
  2. Sekedar rizki yang datang dengan gampang, tanpa tuntunan,
Shalat berjama'ah, yang kekurangannya di hilangkan dariku dan keutama'annya di catat untukku. "
       
       Diriwayatkan bahwa abu Ubaidah bin Al jarrah pernah sekali mengimami suatu kaum. Setelah selesai, beliau berkata: Tidak henti - hentinya setan menggodakutadi, sampai-sampai aku beranggapan bahwa aku lebih utama ketimbang orang-orang lain.Aku tidak lagi mau menjadi imam selamanya. "
      
      Al Hasan Berkata: " Janganlah kalian melakukan shalat di belakang seseorang yang jarang mengunjungi Ulama. "
      An Nak ha'iy berkata: " Perumpamaan orang yang menjadi imam orang banyak tanpa ilmu itu bagaikan orang yang menakar air laut bertambah atau berkurang. "
      Hatim Al Asham berkata: " Aku pernah ketingglan shalat berjama'ah, yang datang takjiah (Belasungkawa) kepadaku hanyalah Abu Ishaq Al Bukhari seorang. Seandainya anakku meninggal dunia, pasti yang datang takjiah kepadaku lebih dari sepuluh ribu orang. Karena, menurut kebanyakan orang musibah agama itu lebih ringan ketimbang musibaah dunia. "
      Ibnu Abbas ra. Berkata : " Barang siapa mendengar adzan, tetapi ia tidak mau memenuhi (tidak datang kemesjid untuk shalat berjama'ah), maka ia tidak menghendaki kebaikan dan tidak di kehendaki oleh kebaikan. "
      Abu hurairah ra. berkata : " Sungguh, andaikata telinga manusia penuh dengan timah panas, itu masih lebih baik ketimbang ia mendengar adzan, kemudian tidak mau memenuhinya. "
      Diriwayatkan bahwa Maimun bin Mahran datang kemesjid, lalu ia di beritahu: "Orang-orang telah bubar."
Mendengar itu beliau mengucap: "Innalillahi wa innaa ilaihi raji'un. Sungguh, keutamaan shalat ini lebih aku sukai dari pada menguasai Iraq. "

      Rasulullah saw Bersabda:

" Barang siapa mengerjakan shalat-shalatnya selama empat pluh hari dalam jama'ah, ia sama sekali tidak pernah ketinggalan takbiratul-ihram shalat-shalat itu, maka Allah akan mencatat baginya dua kebebasan: bebas dari kemunafikan dan bebas dari Neraka. "

      Dikatakan bahwa apabila hari kiamat telah datang, maka di bangkitkan sekelompok orang yang wajah-wajah mereka bagaikan bintang kejora. Malaikat bertanya kepada Mereka: "Apakah amal-amal kalian dulu?"
Mereka menjawab:"Dulu apakah kami mendengar adzan, maka kami bangkit untuk bersuci,kami tidak di sibukkan oleh selainnya. "
Lalu digiring sekelompok lain yang wajah-wajah mereka bagaikan bulan. Mereka berkata sesudah ditanya: "Dulu kami selalu berwudhu sebelum masuk waktu shalat."
Kemudian digiring pula sekelompok orang yang wajah-wajah mereka laksana matahari. Mereka berkata: " kami dulu selalu mendengar adzan didalam mesjid. "
      Diriwayatkan bahwa orang-orang salaf (dahulu) biasa bertakziah kepada diri mereka sendiri selama tiga hari, manakala mereka ketingglan takbi pertama dan bertakziah tujuh hari, apabila ketinggalan shalat jama'ah.

Semoga article saya ini bermanfaat .. amin :)